Ketika Anda berjualan, pencatatan menjadi suatu aktivitas yang tidak dapat dihindarkan. Setidaknya Anda pasti melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan yang Anda tuliskan dalam buku ataupun komputer. Seiring dengan bertumbuhnya bisnis Anda, maka bertambah pula data pencatatan bisnis Anda. Biaya dalam memelihara maupun mengembangkan tempat penyimpanan Anda pun juga akan meningkat. Jika menggunakan buku, maka perlu biaya untuk membeli buku lebih atau jika menggunakan komputer maka perlu biaya untuk membeli memory yang ditingkatkan lagi.
Teknologi Cloud Computing ini memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data tanpa kita harus memiliki perangkat keras, seperti buku ataupun komputer untuk menyimpan data. Bahkan data nya dapat diakses lewat berbagai perangkat sekaligus dan real time.
Cloud Computing menjadi satu solusi kecil yang memiliki dampak yang besar. ShopBack, perusahaan dari Singapura, memangkas 60 persen dari biaya server dengan menggunakan Cloud Computing. Perusahaan bill payments asal Indonesia, Ayupop, hanya membutuhkan dua engineers untuk maintenance infrastruktur data nya walaupun bisnisnya terus berkembang karena menggunakan Cloud Computing [1].
Pengertian dan Jenis Cloud Computing
Cloud Computing atau Komputasi awan adalah sebuah model penyimpanan data yang memungkinkan akses jaringan dimanapun sesuai permintaan user. Sesuai dengan namanya, kita seperti data mengambil data dari awan karena kita bisa mengambil data dari manapun dan kapanpun menggunakan akses internet.
Terdapat beberapa jenis Cloud Computing yang dapat ditawarkan berdasarkan layanannya [2]. Pertama, adalah Infrastructure as a Service (IAAS) yang menawarkan penggunanya memakai server data tanpa perlu melakukan konfigurasi perangkat, membeli komputer, hingga melakukan pemeliharaan rutin. Dengan kata lain, pengguna bisa langsung mengakses server data tanpa harus memikirkan teknis nya sesuai dengan kebutuhannya.

