Teknologi | Blockchain

NFT Tak Lagi Menarik: Pola yang Seharusnya Memang Terjadi

Syaiful Adala / Amelinda Pandu 27 Jun 2022. 5 min.

Pada akhir tahun 2021, banyak orang yang membicarakan NFT, yang dianggap sebagai masa depan karya digital. NFT sendiri adalah aset digital pengembangan dari cryptocurrency yang diwujudkan dalam karya digital dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukarkan. Setiap NFT memiliki data catatan transaksi di dalam sistem blockchain. Data ini berisi tentang siapa penciptanya, harga, dan histori kepemilikannya.[1]

Secara sederhana, NFT dapat dikatakan sebagai sertifikat digital kepemilikan legal atas karya seni yang diciptakan oleh individu maupun suatu entitas tertentu. Karena NFT relatif aman dan sistem transaksional blockchain membuatnya sulit untuk diretas, pelacakan kepemilikan hak cipta menjadi mudah. Hal ini membantu kreator dikenal berdasarkan identitas karyanya dan memberi nilai jual pada karya mereka.[2]

NFT telah membuka peluang baru bagi ekonomi digital di mana aset virtual dapat diverifikasi dan diperdagangkan dengan mudah dan sekali klik. Selain itu, kapitalisasi dan ekosistem NFT telah mengalami perkembangan besar selama setahun terakhir menjadikan banyak orang terjun ke dunia NFT dan menjadikannya sebagai masa depan karya digital. [3]

Gambar 1. Ekosistem NFT dari berbagai bidang (kyros.ventures)

Popularitas NFT di Indonesia meningkat pesat di awal tahun 2022 setelah Ghozali Everyday, seorang kreator lokal, berhasil mendapatkan total 277 Ethereum atau setara dengan 13.3 milyar rupiah setelah menjual foto-foto selfienya. Bahkan, salah satu fotonya bernilai mencapai 66.346 Ethereum (1.3 triliun rupiah) sehingga menjadi salah satu NFT termahal di dunia.[4] Keberhasilan Ghozali merajai pasar NFT, mendorong banyak orang Indonesia untuk turut meramaikan pasar NFT. 

Masa Depan NFT yang Abu-abu

Di awal tahun 2022 lalu, nilai terendah untuk 1 foto selfie Ghozali adalah 0,13 atau kurang lebih setara dengan 6 juta rupiah. Namun menariknya,  per Juni 2022 nilai tersebut mengalami penurunan drastis hingga hanya bernilai 0,08 Ethereum. 

Gambar 2. Nilai  Foto dari Ghozali Everyday per Juni 2022 (opensea.io)

Selain itu, melihat trend pencarian google dengan keyword “NFT“, menunjukkan penurunan yang drastis. Kapitalisasi pasar NFT yang sebelumnya sebesar 23 miliar dollar menjadi 10 miliar dollar pada Maret 2022.[5]

Gambar 3. Pencarian Kata Kunci NFT Mulai 1 Januari 2022 di Seluruh Dunia (trends.google.com)

Banyak tokoh besar masuk dalam industri dan melakukan transaksi jual-beli NFT dengan volume yang tinggi. Sehingga menyebabkan harga sebuah karya seni NFT menjadi naik. Orang-orang sudah terlanjur FOMO (Fear of Missing Out) sehingga terjun ke NFT yang saat ini sudah over supply, Harga NFT turun dan transaksi tak sebanyak dahulu. Banyak orang sudah kehilangan minat dan kepercayaan terhadap NFT karena tidak mendapat keuntungan. Kurangnya kerangka hukum dan kerangka kerja yang tidak sesuai, membuat NFT belum dapat dipastikan akan bertahan berapa lama.

NFT Datang untuk Orang yang Tepat

NFT sejatinya sebuah aset yang kurang tepat untuk diinvestasikan karena bukan aset likuid yang dapat diuangkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.[6] Kenyataannya, masyarakat berpikir dapat mendapatkan uang dengan jumlah yang besar dari NFT. Masyarakat perlu paham mengenai daya guna dari sebuah teknologi.

Telah banyak ahli yang mengatakan bahwa NFT adalah teknologi yang bermanfaat bagi manusia. Dalam konteks karya seni, NFT dapat membantu kreator dan seniman untuk berkarya di zaman yang semakin modern dan dinamis ini. Namun sebelum menceburkan diri dalam tren NFT, perlu untuk memahami konsep Gartner Hype Cycle.[7] Berdasarkan konsep tersebut,  NFT diperkirakan akan dapat stabil dan digunakan dalam jangka waktu lima tahun. 

Gambar 4. Grafik  Gartner Hype Cycle (gartner.com)

Grafik Gartner Hyper Cycle di atas merangkum bahwa setiap teknologi baru akan memiliki hype cycle sebagai berikut: 

  • Technology trigger: Ketika teknologi baru membuat gebrakan inovasi.
  • Peak of Inflated Expectations: Teknologi dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis, di mana sebagian besar teknologi ini gagal.
  • Trough of Disillusionment: Teknologi dirasa gagal dan tidak lagi dibahas atau diangkat oleh massa dan media.
  • Slope of Enlightenment: Meskipun suatu teknologi mungkin gagal memenuhi harapan secara besar-besaran, beberapa bisnis dapat terus menggunakannya jika produktivitas, utilitas, dan manfaat dirasakan.
  • Plateau of Productivity: Teknologi yang mulai stabil dan dapat diadopsi secara luas.

NFT saat ini sedang memasuki masa Trough of Disillusionment, dimana telah mengalami overhype pada awal tahun 2022, sehingga menyebabkan karya di pasar NFT oversupply. Periode ini akan menjadi masa dimana teknologi NFT dimanfaatkan secara mestinya oleh sebagian orang yang paham akan kegunaannya. Dengan demikian, turunnya tren NFT yang berdampak pada menurunnya harga NFT bukanlah suatu hal yang perlu dirisaukan. Sebab pada akhirnya, fase ini akan mendorong terbentuknya pasar NFT yang lebih matang, tepat guna, dan tepat sasaran. 

Referensi

[1]  Pintu. (2022, September 10). Apa Itu NFT (Non-Fungible Token)?. pintu.co.id https://pintu.co.id/academy/post/nft-adalah

[2] Naka. (2022, Maret 14). How NFT is becoming the future of digital art?. nakatech.com. https://nakatech.com/how-nft-is-becoming-the-future-of-digital-art/

[3]  Kyros. (2022, Juli 2). Kyros Report: NFT market in 2021. KyrosVentures. https://kyros.ventures/2021/07/02/nft-market-report-2021/

[4] Marenda, P. (2022, Januari 13). 6 foto selfie ghozali everyday dengan harga termahal di NFT, Capai RP 13,3 m. liputan6.com. https://hot.liputan6.com/read/4858583/6-foto-selfie-ghozali-everyday-dengan-harga-termahal-di-nft-capai-rp-133-m

[5]  Morris, C. (2022, Maret 4). The NFT bubble is showing clear signs of bursting. Fortune.com. https://fortune.com/2022/03/04/nft-bubble-market-crash-price-value/

[6] Marenda, P. (2022, Januari 13). 6 foto selfie ghozali everyday dengan harga termahal di NFT, Capai RP 13,3 m. liputan6.com. https://hot.liputan6.com/read/4858583/6-foto-selfie-ghozali-everyday-dengan-harga-termahal-di-nft-capai-rp-133-m

[7] Protos. (2021, Agustus 24). Gartner's Hype Cycle predicts 5 years until mainstream NFT adoption. protos.com. https://protos.com/gartners-hype-cycle-nfts-could-be-5-years-from-mainstream-acceptance/

NFTBlockchainKarya DigitalGartner Hype Cycle

Bagikan artikel ini:

← Kembali ke semua artikel

Artikel Terbaru